Showing posts with label me. Show all posts
Showing posts with label me. Show all posts

Tuesday, February 7, 2017

Festival Band Alumni ITB 2017

5 Februari 2017 lalu, gue dan 7 teman angkatan 96 lainnya ikut festival band.
Loh. Sejak kapan Indira suka ngeband??! Perasaan posting di FB hanya kucing dan lipstik doang??

Sejujurnya, gak jelas. Hahhaa.

Pertama kali gue nge-band adalah tahun 1996 atau 1997, untuk acara di wisuda jurusan. Maap kalau salah, lupa gue. Udah 20 tahun soalnya.
Ketauan kan umur gue...kelahiran 1978.

Sejak kapan gue tau gue bisa nyanyi? Lupa. Dari dulu gue suka nyanyi dan gue sadar gue gak fals. Gue mudah ngafalin lagu ecek, baik lirik dan melodi.
Cuman untuk gabung ke band dan vokal grup, gue males nyari temen dan males latiannya. Basically I'm a useless lazy person. Males ngapa2in.

Kiprah bermusik hanya jaman kuliah, Ikutan paduan suara. Rame2. Keroyokan. Bukan nyanyi solo. Memang gak niat nyanyi solo. Jika itu yang gue mau, pasti dulu gue kejar. 20 tahun yang lalu.

Nah, tahun lalu, gue putuskan untuk gabung dengan band 96 mewakili angkatan. Berteman dengan teman2 jurusan lain (elektro, the boys) lalu gue udah kenal para ibu2nya, baik sesama PSM atau sejurusan.

Latihan dibilang intensive, lumayan juga terhitung Januari. Ada 8x. Beban gak ada, target gue cuman nggak kepleset, baik pitch maupun karena high heels di panggung. Simple. Walau demikian ya serius juga. Wong udah ngabisin waktu 8x latihan, nggak weekend di Cibubur (kangen Telolet!) plus gue kan penyakitan, jadinya ngobat terus2an. Jadi nggak abal2 juga. Give the best tapi santai.

Intinya sih, serius tapi santai. Apalagi di usia mendekati 40 ini, secara karir rata2 blm jadi big boss dan yang ibu2, masih jadi mamih (seperti, "maaf ya gak bisa dateng, anak gue demam mendadak"). Namun demikian, 8x latihan personel relatif lengkap.

Once again, targetnya di panggung cuma have fun, smile jangan fals, jangan salah lirik/nada. Gak pake koreografi, wong gue gak bisa nari. Jangan juga suruh komunikasi dengan penonton, ngomong ama temen2 aja belepetan apalagi disodorin mic!


Inilah kedelapan member. Dasar penamaan bi96urrito karena kami 96 dan suka makanan.

Dari awal gue bilang gue akan nyanyikan apa saja asal oktafnya nyampe dan warna suaranya cocok. (Contoh: gue nyampe lagunya Avril,tapi gak cocok. Jadi jangan milih lagu rock).
Akhirnya karena vokalnya bertiga, diputuskan nyanyi Release Me - Hold On (Wilson Phillips) dan Astaga (Ruth Sahanaya). Ide aransemen banyak dari youtube. Hehehe. Bisa latian 8x aja udah sukur banget, suruh aransemen aneh2 susah deh.

Gue, seperti biasa, hanya menyanyi karena gak bisa nyumbang saran aransemen. Cuman gue nurut. Begitulah gue, gak mau repot tapi gak protes dan manut hihihi.

Suasana Manggung

Beginilah pas manggung. Baju rompi panjang itu adalah baju kantor. Gue lagi tiris jadi nggak bisa belanja aneh2. Sepatu merah udah punya duluan, beli di Payless (murahan). Dalemannya skort hitam buat ngegym (udah lama punya). Rompi gue penitiin karena bros yang gue bawa rusak (!). Emang niat awalnya flirty tapi gak jual paha2 amat. Sesuai dengan umur lah, jangan jualan paha. Kasian audience. Untung angin gak banyak bertiup.

Ohya, gue deg2an setengah mati sebelum manggung. Pas gue inget2, perasaan pas sidang tesis aja gak sepanik ini??! Ternyata setelah ditilik2, gue inget gue dikasi penenang ama internist waktu itu, hahahhaa...Pantes gak panik.

Bersama Teman2 96 Sesudah Manggung
Walau gak banyak2 amat, ada juga beberapa teman2 96 yang menyempatkan datang untuk mendukung. Makasih ya.

Ini foto sesudah manggung, senyum ceria karena udah lepas., hahaha

Pengumumannya baru malam. Berhubung besoknya gue harus keluar kota, takut kecapean gue pulang duluan. Tau hasilnya cuman dari WA group aja.

ternyata kami JUARA TIGA. Hore!!


Wednesday, August 17, 2016

Catokan Mitsuyama MELEDAK!!!

Yah, judulnya bukan lebay.
Tapi ada prolognya sedikit.

Sebelum2nya, gue gak pernah suka ngurus rambut. Ketika rambut gue masih bagusan (tebal), jaman kuliah sering gue lurusin karena males banget ngurus rambut. Gue sering banget ke kantor dalam keadaan rambut basah, biarin kering alami, habis itu diikat atau dibiarkan dilepas aja dalam kondisi mengembang (frizzy, not voluminous). 

Sampai, bulan Februari 2016, gue kesambet Setan Catok.

Waktu itu gue iseng jalan2 ke Plaza Cibubur, lihat2 Marco dan ada alat sisir panas. Bukan bentuk hairdryer bersisir model Kuru-kuru, melainkan hot brush. Gue coba, bagus juga. Merk Mitsuyama, harga 145 ribu. Gak perlu lah beli mahal2, toh gak bakal dipake tiap hari....

Mulai lah gue bereksperimen. Pertama, gue gulung dari bawah ke atas, ternyata keritingnya gak awet padahal udah pakai mousse dan hairspray. Lalu buka2 youtube. Eureka moment. Ternyata harus diputer2 makenya.. Bingung? Untuk lebih jelasnya, lihat tutorial dari Instyler Ionic Styler Pro ini.

And I was addicted. Countless selfies. I felt prettier. Life was no longer beautiful without bouncy hair.
cakep kan..

BIG HAIR whoa!
Jika gue kesiangan, catok akan gue bawa ke kantor. Jika PNS umumnya ke kantor lalu ke kantin sarapan, gue akan nyatok dulu. Gak sampai 10 menit, maklum rambut gue udah menipis. 

Sampai minggu lalu. Tanggal 11 Agustus. 
Ketika catok yang gue letakkan di meja (kantor) tiba-tiba MELEDAK.
Memang tidak berkeping-keping, tapi BERAPI dan mengeluarkan bunyi. 

Alhamdulillah masih disayang Allah, meledaknya di meja bukan pas lagi gue pake dekat muka. 

Habis itu gue merasa hidup gue hampa --lebay--
dan dilarang beli catok murahan. 

Sekarang sudah punya catok baru merk Panasonic dan Remington, review menyusul. 
catok baru!!!

Tuesday, December 29, 2015

Usus Buntu

Lama sekali tidak menulis, terakhir nulis yang Bon Jovi!
Baiklah.
Kali ini gue akan memberitahukan bahwa gue akan operasi usus buntu, insha Allah besok tanggal 30 Desember 2015, jadi akan tahun baruan di rumah sakit.

Kalau gue bilang usus buntu, komen orang adalah "perut kanannya sakit ya?"  atau "kakinya nekuk sakit?" dan jawabannya adalah "tidak".

Dari mau gue tau itu usus buntu?
Ya ke dokter lah.

Lebih tepatnya, gue sakit maag yang lumayan parah dan berulang. Bulan November 2015 kemarin, gue sakit maag dan seminggu gak bisa ngantor. Rasanya? Mual dan pusing plus lemas (ini yang bikin gak bisa ngantor). Terlepas memang gue sekarang berada di unit yang lebih sibuk, tapi kan gue gak punya tanggung jawab besar, mosok gitu aja stress? Berobatlah gue ke internist dengan bill 1,2 juta. *Gubrak*

Kemudian, di awal bulan Desember, gue sakit maag lagi. Ke dokter yang sama, dan dia bilang "kamu kayanya harus apendikogram deh, saya curiga kamu usus buntu".
Karena gue 'pegel' sakit terus, akhirnya gue apendikogram. Gimana prosesnya?

Pertama tentu bikin janji dengan radiologi. Kebetulan gue di MMC dan gak perlu janji2 lagi, langsung datang dan foto pertama. Ohya, apendikogram ini adalah foto (kaya rontgen), bukan scan, dan bukan masuk2in selang ke dalam tubuh. Malamnya gue disuruh minum kontras, zat putih bernama Barium yang rasanya sebenernya gapapa (kaya tepung) tapi kalau seplastik gede, huek juga. Dua belas jam kemudian gue foto kedua. Biaya 500 ribu.

Singkat cerita gue balik ke internis dan terlihat kalau dari hasil foto, gue radang(?) usus buntu kronis. Dokter bilang gak perlu operasi asal jaga makan, tapi gue malah pengen operasi.

Aneh ya, orang banyak yang takut operasi, gue malah komen "saya operasi aja dok. Capek sakit terus", karena melelahkan sekali kena sakit maag akibat stres ringan!. Gue merasa hidup gue udah gak fungsional lagi karena:
  • Mosok orang hidup gak boleh kena stres? Gak boleh capek??? Susah banget kan menghindarinya? 
  • Males diet tanpa pedas tanpa kopi seumur hidup. Hidup macam apa itu...(jika sesudah operasi gue masih sakit maag, itu mah apes).
  • Udah gak bisa olahraga karena jalan cepat pun gue langsung bersendawa2 dengan dashyat, apalagi lari dan aerobik?? Terakhir2 aerobik sebelum sakit maag yang parah, gue udah gak bisa menyelesaikan 1 sesi dan harus keluar duluan karena mual banget. Gue coba atur makan sebelum (atau sesudah) olahraga, hasilnya sama2 mual. 
  • Gak bisa diet. Tiap perut krubuk, ya gue makan. Padahal yang namanya diet ya harus laper. Gue takut kalau gue membiarkan perut gue kosong, malah sakit maag dan gak ngantor seminggu lagi...dan jika kalian mau komen "kan bisa makan buah" maka jawabannya "gak nendang tauk!!!" Hahah. Kemaruk dot com. 
So wish me luck. 
Mungkin kalau memungkinkan dan mood-nya ada, gue akan sharing pengalaman operasi dan rumah sakit premium tempat gue tahun baruan. 


Wednesday, January 7, 2015

Holiday Activity


I took eight(!) days off during the end of the year and what did I do on holiday?
Practically nothing, other than doing household work, playing with my animals and went grocery shopping.

First I wanted to learn how to cook. I cooked sweet-sour chicken (my mother taught me how to) and it was the last meal I cooked because after that my assistant got sick.
sour-sweet chicken

So I did the cat-cage cleaning, helped my mom with the household work. Then slept. Watched TV. Went to nearby mall/plaza and did little shopping. Then ate. What a life.

We also had cute (cat) babies because Beti and Congek gave birth around the same time, babies were supercute and mix (half long haired) we just loved to play with them.

This is older kitten: Mino (male) and Moni (F), Neri's kits. They're mix too.
Mino (male)

Mino (front) and Moni playing on cemetary roof
Beti's kits are special because they're so expensive, the mother can't give birth naturally we had to send her to the vet and paid expensive medical bills :D
Beti and 3 kits (with sister Jeli)

 And this one is our bundle of joy. Shelly, Beti's baby.
Shelly with mother Beti

our favorite, Shelly (female)
This is just ordinary day, Bodas my fixed male cat (who stays in Cat Room most of the time) with Petril, Panjat's adopted black kitten.
Bodas (white) and Petril
 Congek with her 2 babies. This female cat is one of the trouble maker, she stole Beti's babies all the time, so we sometimes gave her 1 of Beti's baby. Hers are mixed: one is short hair, one is long haired.
Congek and babies (with Mr. Kendul, a baby lover)
 Then some picture of cats from Depok Train Station, 2 of 4.
Depok Tidak Lucu (male)
Desi (female)

 This is Panjat, who gave birth in neighbor's place and brought her kits when they're bigger. Named Lighty and Darky  because one has lighter coat than the other. Both female
Panjat with daughters
Another activity was learning how to drive manual transmission. My father is a matic-freak, we didn't have many MT cars so I never knew how to shift gears. I took driving course and went there by motorcycle and didn't have any helmet. People here in Kranggan don't use helmet at all, it was terrifying. They just use hats. so first I used bicycle helmet, then decided to buy a REAL helmet. Here's the selfie

After 4 course I think I don't need to continue (I still have 5 lessons).



All the holiday activities included eat, eat, eat, eat. I bought lot of snacks, ate ice cream everyday and of course that leads to weight gain. Here's some wardrobe tips to conceal 2 kilos: use black.
black tunic on black jeans

 On last day of the holiday, I went to Ayang-ayang Shelter, a cat shelter located in Cinere. Around 100 cats there but I didn't meet all of them. The most impressive cat was Sparta, a blind cat who looooved human attention. Somehow he knew my presence and gave me a rub. That's cool.
posing with one of the members


some of the members
Not every cat is in the cage. Some were inside of the house, some were in cages because they loved to travel to neighbors (and neighbors hated cats. Ewww). They're not in perfect condition, but they're OK. Please donate if you can because the owner can't afford by herself.
(and if you comment "if she cant afford 100 cats, why keep those cats?" the answer is "could you leave small kitten, abandoned left to die in street, starving and crying for help??" And people are cruel, they just left the cats around the Shelter and left no food with them. Not cool.)

Last but not least, I have 3 new handbags


Aigner

Elle
It was just cleaning the house, shopping and playing with my cats. Not cool huh?!



Wednesday, October 8, 2014

My First Bike! (in 25 years...)

Gue bukan lah orang yang atletik dan sporty. Dari dulu demennya dandan, blanja, dan main kucing, bukan cari keringet, ogah banget. Gue olahraga baru tahun 2007 kalau gak salah, itupun fitness dan agak kepaksa tp seneng hasilnya. Yeah, I'm a vain person.

Kegiatan olahraga terhenti ketika gue sakit tahun 2010 dan baru mulai lagi tahun 2012 sejak post-chemo, mengharap badan agak segeran dengan olahraga. Olahraganya pertama renang, namun ternyata gue rentan pilek dan agak males dengan cuci2annya setelah renang (dimasukin mesin cuci kedikitan, dibiarin kelamaan ntar rusak), jadi gue beralih ke gym dan mencoba aerobik gratisan di gym Rasuna. Tetep gue gak seneng olahraga, indoor maupun outdoor, tp gue rasa bentuk perut gue jauh membaik terlepas berat gue naik lebih dari 5kg sejak kemo, jadi gue jalanin terus.

Apakah gue segeran? Tetep nggak. Tetep sebulan gak masuk 2 hari, tetep gue gampang capek, tapi perut gue jauh lebih bagus, hahhahhaha
*ketawa puas*

Bulan lalu Si AA membelikan gue sepeda, agak surprise karena dia gak bilang2..dan terus terang gak sesuai selera karena gue senengnya yang model kuno, pake keranjang gitu. Tapi dibeliinnya yang MTB, sporty banget. Bener2 gue gak ngerti sepeda. Terakhir main sepeda pas SD, jadi sesuai dengan judul tulisan ini, this is my first bike after 25 years.

Setelah blanja blenji perlengkapannya, hari Sabtu kemarin dicoba. Ini tampilannya ketika ditaro di mobil.


Ini dia dandanan gue, heboh doang tapi ngeboseh aja gak lempeng. Ke Kowis dan ternyata gue panic attack di tengah jalan, maklum udah gak sepedaan 25 tahun dan tiba2 ke jalan gede yang lagi banyak galian (jalan nyempit), walau pagi tetep aja ramai plus mobil kenceng. Rasanya mau jatoh aja.

Si AA sibuk "kakinya jangan turun! pake remnya!" dan tetep aja gue nurunin kaki. Jadinya pengalaman pertama sepedaan sama sekali tidak rileks karena di otak selalu "rem, jaga keseimbangan, dan jangan nurunin kaki!!!"

Belum lagi gue gak biasa dengan naik turunin gigi. FYI, he bought me Specialized. I like it. Just like Mercedes Benz, I like it because it's good to ride, it has many gears and everyone knows it's expensive :D

Besok2nya, selaku orang yang cukup rajin gym (minimal seminggu sekali), kaki gue gak pegal sama sekali, mungkin karena jarak rumah ke Kowis 17km PP, jadi gak gitu jauh...yang pegel banget itu tangan dan bahu!!!! Seperti juga aerobik, ternyata main sepeda berat di lengan dan bahu ya?



Monday, September 15, 2014

Manila Trip

While I don't like travelling, I won't complain during business trip to Manila. First of all, it was located in five stars hotel

We arrived early (at 6AM local time) and I did early check in because I couldn't sleep on the plane. I won't reveal what I did there, there would be boring, but here's some activities I did:

The meeting ended at around 17 so we had plenty of time to go to malls. And EDSA Shangri-La is located NEXT to two malls (Shangri-La Plaza and new Mega Mall). I went to Plaza everyday for dinner and practically got nothing to buy. Here's some view of my  room.



Here's some pool side view





I visited an industrial park. It was exciting to see a WWTP again!

We got chance to visit Fort Santiago. Too bad it was raining, I didn't had chance to take many pictures.





The food was amazing, I mean, cakes and pastries are my weakness
A reason why I hit the gym TWICE a day

 This is what we found on the way to the airport (on last day)
it's like 'ojeg' in Jakarta, but it can carry up to SIX passengers!!

As a beauty junky, I made time to visit the supermarket, drugstores and bought something that's not available in Jakarta
Posing near the scale in Ninoy Aquino Airport
Glutathione is a hit there, I guess
I splurged on Chanel Mat Lumiere Powder (from Duty Free) 
Cetaphil and two glittery nail polish by Revlon 

Here's the Revlon nail polish in Scandalous

Mini Maybelline powder! Cute huh?!
 
Revlon nail polish in Sun Candy 

Mini Rexona for Men
This was the first day of meeting:

I didn't expect this traditional Philippines top, otherwise I'd wear something with no pattern
 Aha! Ms. Indira Siregar
My name!